Sejarah Desa Cupang



Asal mula nama Cupang ( Desa Cupang ) sebagian orang mengatakan, berasal dari suku kata Cu dan Pang, yang mangandung arti Cu berasal dari kata Cukup dan Pang berasal dari kata Pangan. Jadi Cupang berasal atau diambil dari nama ikan, yaitu ikan Cupang ( Ikan Tempele ).

Pada zaman dahulu ditempat sekarang yang disebut Cantilan Desa Cupang hidup sepasang suami – istri bernama kakek dan nenek Dawud yang berasal dari Mesir yang lebih dikenal dengan sebutan Buyut Dawud. Buyut Dawud hidup sehari dari hasil menangkap ikan dengan cara nyeser atau dengan cara memasang bubu disungai. Dari hasil tangkapan itu Buyut Sawud hidup berkecukupan.
 

Pada suatu hari kakek Dawud pergi kesungai untuk mengangkat bubu ( alat penangkap ikan ) bukan main tercengangnya karena tidak seperti biasanya, ketika bubunya diangkat ternyata didalamnya hanya seekor ikan kecil berwarna merah, yaitu ikan Tempele atau disebut juga ikan Cupang.

Kakek Dawud pulang, kemudian ikan kecil itu diserahkan kepada nenek Dawud, oleh nenek Dawud ikan itu dimasukan kedalam kuali, anehnya dalam kuali ikan itu membesar sehingga memenuhu kuali dan dalam keadaan sudah mati.

Melihat kejadian itu kakek Dawud melarang ikan itu dimasak, oleh kakek Dawud ikan itu selanjutnya dibungkus kain putih dan dikubur didekat pohon asam sebelah barat balai Desa Cupang yang lama. Kuburan itu sekarang dikenal dengan sebutan Ki Buyut Cupang.

Setelah kakek dan nenek Dawud meninggal, mereka dikubur didekat kuburan itu dan mulai saat itu kampong tersebut diberi nama kampung Cupang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar